Membanggakan, 7 Proposal PKM Mahasiswa UTU Lolos di Danai DIKTI
  • UTU News
  • 27. 05. 2022
  • 0
  • 918

MEULABOH - UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) kembali berhasil menorehkan prestasi membanggakan, kali ini khabar membahagiakan ini datang dari keberhasilan mahasiswa UTU memperoleh Pendanaan bagi 7 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 8 bidang tahun 2022.

Hal ini diketahui berdasarkan pengumuman oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diumumkan pada tanggal 26 Mei 2022.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE, MBA mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang proposalnya berhasil lolos pendanaan PKM 8 bidang Tahun 2022.

”Alhamdulillah 7 Proposal PKM Mahasiswa berhasil lolos dan di danai. UTU meraih peringkat ke-2 terbanyak di Provinsi Aceh dalam hal memenangkan persaingan pendanaan PKM setelah Universitas Syiah Kuala,” jelasnya.

Yang membanggakan, Universitas Teuku Umar berhasil menjadi Universitas terbaik kedua di Aceh dalam hal jumlah proposal mahasiswa yang berhasil lolos seleksi dan didanai Dikti.

Adapun rinciannya adalah, posisi pertama diraih oleh Universitas Syiah Kuala dengan jumlah PKM yang didanai adalah (14 Proposal), selanjutnya posisi kedua adalah UTU (7 Proposal), posisi ketiga diraih oleh Universitas Al-Muslim (4 Proposal), Posisi selanjutnya adalah Universitas Malikulsaleh (3 Proposal) dan Universitas Abulyatama (2 Proposal).

Berikutnya Universitas Samudera, STIKES Medika Seramoe Barat, STKIP Al-Washliyah, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Universitas Jabal Ghafur dan Universitas Muhammadiyah Aceh yang masing-masing berhasil (1 Proposal PKM) yang didanai Dikti.

Jika mengacu pada rasio jumlah mahasiswa dan dosen, UTU berhasil unggul dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri lainnya.

"Alhamdulillah, dengan jumlah mahasiswa yang hanya 7.000-an dan 350 orang dosen, UTU berhasil meluluskan 7 proposal PKM, apalagi usia Universitas Teuku Umar yang masih seumur jagung jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia," Sebut Prof Jasman dengan bangga.

PKM merupakan program tahunan yang dilakukan oleh Dirjen Belmawa Kemendikbud RI, hasil dari proposal PKM yang berhasil lulos pendanaan ini nantinya akan direview kembali untuk megikuti PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) 2022.  Untuk itu saya himbau kepada mahasiswa yang judul proposalnya berhasil lulus pendanaan agar mempersiapkan dengan baik penelitian PKMnya agar proposalnya dapat lulus review ke tahap selanjutnya yakni masuk ke ajang nasional PIMNAS 2022,”. Ujar Prof Jasman

Lanjutnya, bahwa Kreativitas adalah kata kunci dalam memenangkan persaingan masa sekarang dan masa depan. Karena itu UTU terus menggerakkan mahasiswa untuk berkreasi dan salah satunya adalah dengan mendorong mahasiswa UTU untuk memenangkan Pendanaan PKM yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek RI.

Sementara itu Korpus PKM UTU, Yarmaliza, SKM.,M.Si mengatakan bahwa dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berorientasi masa depan merupakan salah satu tujuan dari sebuah perguruan tinggi.

Untuk itu UTU terus melakukan pengembangan di bawah koordinantor pusat PKM UTU untuk menghasilkan karya-karya mahasiswa yang berdaya saing tinggi di kancah nasional. "Kemendikbud Ristek telah memfasilitasi pendanaan proposal PKM dan Alhamdulillah UTU dapat meraih pendanaan sebanyak 7 proposal,”ungkapnya.

PKM merupakan penerus dari Program Karya Alternatif Mahasiswa yang dibentuk pada tahun 1997, yang lalu berganti menjadi Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2001 demi memperluas cakupan dan mengurangi batasan bagi mahasiswa dalam berkreasi.

Finalis dari masing-masing PKM akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang merupakan kegiatan puncak pertemuan nasional perwujudan kreativitas dan penalaran ilmiah mahasiswa yang terjadwal secara akademik oleh perguruan tinggi dalam meningkatkan budaya kompetisi akademik dan unjuk prestasi di kalangan mahasiswa yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kesepakatan pimpinan perguruan tinggi yang disetujui oleh Dirjen Dikti. (Aduwina Pakeh / Humas UTU)

Komentar :

Lainnya :